Bayangin gini: kamu lagi duduk santai di ruang tamu, cuaca di luar panas menyengat, AC baru dinyalakan, dan tiba-tiba plafon rumah kayak ngasih “kode” dengan timbul noda lembap atau retakan kecil. Nah… kalau kamu tinggal di Indonesia—negara tropis dengan cuaca panas, lembap, dan kadang curah hujan tinggi banget—kondisi plafon kayak gitu bukan hal aneh. Di tengah kondisi iklim yang super berubah-ubah, banyak pemilik rumah akhirnya beralih dari gypsum atau kayu ke plafon PVC . Dan bukan cuma ikut tren, tapi memang ada alasan teknis dan logis kenapa plafon PVC jauh lebih cocok untuk iklim Indonesia dibanding material lain. Artikel kali ini bakal kupas tuntas dari akar masalahnya: mulai karakter iklim Indonesia, kelemahan plafon konvensional, sampai alasan kenapa PVC jadi juara untuk rumah tropis. Siap untuk bahasan panjang, komplit, dan enak dibaca? Yuk mulai. 1. Kenapa Iklim Indonesia Butuh Plafon yang Lebih Tahan? Indonesia itu negara tropis, artinya sepanjang tahun cuacanya c...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
